Nama : Aldi Antono Purwanto
Kelas : 2EA25
NPM : 10212571
SOAL IDENTITAS
NASIONAL
1. Masalah
identitas Nasional muncul akhir-akhir ini lebih dikarenakan kekhawatiran
sebagian pihak atas semakin mengikisnya kebanggaan terhadap budaya nasional,
atribut nasional yang mencirikan identitas nasional. Menurut saudara mengapa
kekhawatiran itu timbul? Dan bagaimana mengatasinya?
2.
Identitas nasional
tidak terbentuk begitu saja, melainkan melalui evolusi dan proses panjang.
Bagaimanakah proses pembentukan identitas nasional tersebut?
3. Wujud
dari identitas nasional antara lain adalah Patriotisme dan Nasionalisme.
Jelaskan perbedaan keduanya dan bagaimana keduanya dapat membentuk identitas
nasional?
4. Wujud
negatif dari identitas nasional adalah Chauvinisme. Jelaskan mengapa sikap ini
negatif pengaruhnya terhadap identitas nasional?
5. Terkadang
identitas nasional berseberangan dengan identitas pribadi. Bagaimana sebaiknya
menurut saudara mengharmonisasikan kedua hal tersebut sehingga bisa berjalan
berdampingan?
6. Globalisasi
yang melanda dunia saat ini bisa berdampak positif dan negatif bagi identitas
nasional. Agar dapat memanfaatkan gerakan dimaksud untuk sebesar-besar
kesejahteraan masyarakat Indonesia tanpa harus mengancam identitas nasional
bangsa Indonesia, menurut Saudara apa tindakan yang harus diambil?
JAWABAN
1.
Kekhawatiran itu timbul karena ada beberapa
atribut negara kita sendiri yang direbut atau dipatenkan oleh negara tetangga.Cara
untuk mengatasinya adalah dengan membuat hak paten secepat mungkin agar
identitas nasional kita tidak direbut oleh negara lain
2. Proses Pembentukan Identitas Nasional adalah
Identitas nasional tumbuh dan
berkembang
berdasarkan nilai-nilai masyarakat yang memunculkan perasaan solidaritas sosial.
Suatu identitas nasional menunjukkan bahwa individu-individu setuju atas
pendefinisian diri mereka yang saling diakui, yakni kesadaran mengenai
perbedaan mereka dengan orang lain dan suatu perasaan akan harga diri bersama
mereka (Charles F Andrain, 1992). Kesadaran akan penghargaan diri diwujudkan
dalam bentuk nilai, norma, dan simbol-simbol ekspresif yang dianut bersama.
Nilai merupakan konsep yang sangat umum mengenai hal yang bernilai, berharga,
diinginkan, suatu kriteria untuk menentukan tindakantindakan mana yang harus
diamabil.
Lebih spesifik dari nilai, norma merupakan peraturan-peraturan (hak dan kewajiban) yang menunjukkan bagaimana nilai-nilai diwujudkan. Simbol-simbol ekspresif seperti yang ditemukan dalam seni, ritual, dan mitos, memberikan ekspresi konkrit pada nilai-nilai dan norma-norma yang lebih abstrak. Melalui simbol-simbol ekspresif seperti bendera, lagu kebangsaan dan pahlawan-pahlawan rakyat, nilai-nilai yang abstrak dan tidak tampak menjadi hangat bagi individu-individu. Nilai, norma dan simbol ekspresif memberikan pembenaran bagi tindakan-tindakan di masa lalu, menjelaskan perilaku massa sekarang, dan merupakan pedoman dalam menyeleksi pilihan-pilihan di masa depan. Sumber-sumber identitas bersama yang kemudian menjadi identitas nasional berupa nilai-nilai primordial, nilai-nilai sakral, nilai-nilai sakral dan nilai-nilai sipil.
Lebih spesifik dari nilai, norma merupakan peraturan-peraturan (hak dan kewajiban) yang menunjukkan bagaimana nilai-nilai diwujudkan. Simbol-simbol ekspresif seperti yang ditemukan dalam seni, ritual, dan mitos, memberikan ekspresi konkrit pada nilai-nilai dan norma-norma yang lebih abstrak. Melalui simbol-simbol ekspresif seperti bendera, lagu kebangsaan dan pahlawan-pahlawan rakyat, nilai-nilai yang abstrak dan tidak tampak menjadi hangat bagi individu-individu. Nilai, norma dan simbol ekspresif memberikan pembenaran bagi tindakan-tindakan di masa lalu, menjelaskan perilaku massa sekarang, dan merupakan pedoman dalam menyeleksi pilihan-pilihan di masa depan. Sumber-sumber identitas bersama yang kemudian menjadi identitas nasional berupa nilai-nilai primordial, nilai-nilai sakral, nilai-nilai sakral dan nilai-nilai sipil.
Nilai-nilai primordial
menunjukkan keterikan yang didasarkan pada hubungan biologis dan tempat.
Orang-orang yang dikaitkan satu sama lain didasarkan atas ikatan famili dan
etnis, serta sejarah asal usul dan gaya hidup. Mereka berbicara dalam bahasa
yang sama, hidup di daerah geografis yang sama, akan menganut suatu identitas
bersama. Nilai-nilai sakral yang meliputi agama maupun ideologi adalah landasan
yang kuat bagi identitas bersama. Nilai-nilai personal memberikan suatu rasa
identitas bersama, melalu ikatan bersama pada seseorang yang seara biologis
tidak berhubungan dengan anggotaanggota komunitas. Sedangkan nilai-nilai sipil
telah menempatkan keterikatan bersama pada peranan politik seorang warganegara
kepada lembaga politik yang berlaku adil pada semua kelompok yang berbeda.
.
3.
Nasionalisme adalah suatu rasa
kesetiaan seseorang kepada negaranya atas nama sebuah bangsa dalam bentuk rasa cinta
tanah air dan kesiapan untuk membela negara. Sikap nasionalisme dapat
diwujudkan dengan cara:
a.
Menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa komunikasi sehari-hari.
i.
Indonesia merupakan negara yang
kaya akan bahasa. Setiap satu daerah saja dapat memiliki lebih dari satu bahasa
daerah. Namun terkadang orang-orang yang tinggal di daerah yang biasanya
berkomunikasi dengan bahasa daerahnya masing-masing tidak dapat berbahasa
Indonesia dengan baik dan benar. Bahkan ketika mereka diharuskan berkomunikasi
dengan bahasa Indonesia dengan baik, mereka harus belajar dulu.
b.
Tidak menonjolkan unsur kedaerahan secara berlebihan.
i.
Tentu saja ketika kita
menunjukkan sesuatu yang bersifat kedaerahan kepada seseorang, belum tentu
mereka setuju dengan apa yang kita tunjukkan kepadanya. Sebagai masyarakat kita
harus menonjolkan unsur nasional bukan unsur kedaerahan.
c.
Bangga menjadi bangsa Indonesia.
i.
Sebagai Warga Negara Indonesia
yang baik, kita harus bangga dengan tanah kelahiran kita. Walaupun negara kita
sedang mengalami hal yang buruk sekalipun kita harus menjaga nama baik
Indonesia. Jangan pernah rasa bangga itu muncul ketika negara kita sedang dalam
kondisi yang baik saja.
d.
Mencintai produksi dalam negeri.
i.
Pada saat sekarang ini, kita
telah mengetahui bahwa Indonesia adalah negara yang mengimpor barang lebih
besar daripada mengekspor barang. Banyak sekali barang-barang yang diimpor ke
Indonesia dikarenakan Indonesia mungkin tidak mampu memproduksi barang-barang
itu sendiri meskipun bahan pembuatnya melimpah karena sumber daya manusianya
kurang. Masyarakat Indonesia juga cenderung lebih suka terhadap barang impor
dengan alasan barang impor memiliki kualitas yang lebih bagus dibandingkan
produksi dalam negeri. Oleh karena itu, masyarakat Indonesia harus lebih cinta
kepada produk hasil produksi negara kita sendiri.
e.
Menerima masukan budaya asing yang berasal dari luar secara selektif.
i.
Pada zaman globalisasi seperti
sekarang ini, banyak sekali budaya-budaya asing yang masuk ke Indonesia. Tentu
saja budaya-budaya itu memiliki nilai positif dan nilai negatif. Sebagai
masyarakat Indonesia kita harus lebih selektif dalam menerima budaya asing
tersebut sehingga kita tidak terpengaruh terhadap budaya asing yang mengandung
nilai negatif.
Patriotisme adalah suatu tindakan rela berkorban
dalam membela negara melalui profesinya masing-masing. Sikap Patriotisme dapat
diwujudkan dengan cara:
a.
Menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau
golongan.
i.
Contohnya adalah ikut serta dalam
pesta olahraga internasional seperti seagames bukan karena kepentingan pribadi
namun untuk mengharumkan nama Negara Indonesia.
b.
Membina persatuan dan kesatuan bangsa.
i.
Contohnya adalah tidak ikut
terlibat dalam perang-perang saudara ataupun tawuran dimana saat ini generasi
muda sering melakukannya.
c.
Menjaga nama baik bangsa dan negara di mata dunia.
i.
Contohnya adalah kita tidak
membicarakan kejelekan-kejelekan negara kita di wilayah yang mungkin terdapat
warga negara asing.
d.
Belajar dengan sungguh-sungguh.
i.
Tentu saja seorang pelajar yang
baik harus melaksanakan kewajibannya sebagai pelajar dengan baik dengan belajar
dengan sungguh-sungguh. Belajar juga sangat diharuskan untuk seluruh umur dari
tua sampai muda sehingga pengetahuan mereka akan bertambah dan bisa jadi
berguna untuk bangsa dan negara.
e.
Berani minta maaf dan memaafkan.
i.
Sebagai manusia, kita pasti
pernah melakukan kesalahan kepada seseorang baik disadari maupun yang tidak
kita sadari. Oleh karena itu, ketika kita sadar kita telah melakukan kesalahan
terhadap orang lain, kita harus meminta maaf kepadanya dan kita juga yang
mempunyai jiwa yang besar harus dapat memaafkan kesalahan orang lain dengan
ikhlas tanpa dendam.
4. Karena Chauvinisme tidak hanya menunjukkan loyalitas
atau ikatan dengan kelompok, tetapi
biasanya juga mencakup kebencian atau permusuhan terhadap kelompok lain yang menentang
5. Menurut saya karena kita menganut ideologi pancasila maka
kita harus mengutamakan identitas nasional karena lewat identitas nasional kita
dapat lebih jauh mengenal arti negara,nasionalisme sedangkan identitas pribadi
hanya mementingkan satu subyek yaitu diri sendiri
6.
Memperluas pengetahuan
tentang dampak buruk dan negatif globalisasi ,dan juga memperluas atau
mengajarkan kepada penerus bangsa,apa itu identitas nasional,dan bagaimana
cara-cara untuk mempertahankannya
SUMBER :
http://matakristal.com/pengertian-nasionalisme-dan-patriotisme/
http://achmadghozaliash.blogspot.com/2013/04/identitas-nasional.html
http://kelompokdoea.blogspot.com/2010/08/parameter-identitas-nasional.html
http://himiracleofcitizenship.blogspot.com/2011/12/terciptanya-karakter-bangsa-melalui.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar