Minggu, 23 November 2014

STRATEGI PERUSAHAAN YANG BAIK

Nama :Aldi Antono Purwanto
Kelas : 3EA25
NPM : 10212571

STRATEGI PERUSAHAAN YANG BAIK

   Perusahaan yang baik ialah perusahaan yang mampu memberikan kepuasan yang didapatkan oleh konsumen.Untuk mendapatkan kepuasan konsumen tersebut perusahaan harus memfokuskan pada service yang akan diberikan terutama oleh customer services. maka dari itu service yang diberikan harus memiliki pelayanan yang baik terhadap konsumen.ciri-ciri pelayanan yang baik ,antara lain sebagai berikut :
1.Sarana Fisik
Sarana fisik terdiri dari dua unsur ,Yaitu tersedianya karyawan yang baik dan tersedianya saran dan prasaran yang baik.customer services officer yang baik,harus ramah,sopan,menarik,dan cepat tanggap ,pandai bicara,menyenangkan serta pintar, Karena kenyamanan konsumen sangat tergantung oleh customer services yang melayaninya.

2.Tanggung Jawab
Dalam menjalankan kegiatan pelayanan ,customer service harus mampu bertanggung jawab melayani setiap konsumen dari awal hingga selesai. Konsumen akan merasa puas jika mereka merasakan adanya tanggung jawab dari customer services tersebut.apabila ada konsumen yang tidak merasa puasa akan mengakibatkan buruknya citra perusahaan bagi konsumen.konsumen yang tidak puas akan selalu mebicarakan ketidakpuasannnya terhadap perusaahaan,sehingga citra perusahaan menjadi buruk.
3.Responsif
Layanan yang baik harus sesuai jadwal dan jangan membuat kesalahan(sesuai prosedur perusahaan dan keinginan konsumen)dan melayani dalam batasan waktu yang normal(cepat).

4.Komunikatif
Harus mampu dengan cepat memahami keinginan konsumen.selain itu harus dapat berkomunikasi dengan bahasa yang jelas dan mudah dimengerti.Komunikasi harus mampu membuat konsumen senang sehingga bila ada masalah yang dialami oleh konsumen,maka konsumen kemungkinan kecil menyelesaikan masalah dengan amarah.

5.Pemahaman
Berusaha memahami kebutuhan konsumen artinya karyawan harus cepat tanggap terhadap apa yang diinginkan oleh konsumen.usahakan dapat mengerti keinginan dan kebutuhan konsumen secara tepat.

6.Keramahan
Keramahan adalah sikap positif dan perilaku terhormat yang harus ditunjukan kepada setiap konsumen.agar konsumen merasa nyaman ketika berhadapan dengan karyawan perusahaan.

7.Hubungan
Masing Masing Perusahaan harus memiliki kemudahan akses dalam berkomunikasi dengan konsumen.sehingga apabila konsumen ingin berkomunikasi langsung konsumen dapat berbicara langsung dengan karyawan yang berkaitan.

Sumber:
“Frontliner:Customer Services for banking”,2013-2014,Dr,Henny Medyawati.Skom,MM, Diah Aryati ,SE,MMSi, Anasta Surya Ginting,SE,MM., Irfan Ardiansyah SE,MM. Budi Sulistyo,SE,MM,Saina Pradesty.

Selasa, 04 November 2014

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN DAN SISTEM INFORMASI EKSEKUTIF


Kelompok : 9 (Aldi Antono,Dany Exaudian,Riky Reza,Mira Fitriani)


SIM 1
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN
DAN
SISTEM INFORMASI EKSEKUTIF

1.1 SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN
Sistem pendukung keputusan (Inggris: decision support systems disingkat DSS) adalah bagian dari sistem informasi berbasis komputer (termasuk sistem berbasis pengetahuan (manajemen pengetahuan)) yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi atau perusahaan.
Dapat juga dikatakan sebagai sistem komputer yang mengolah data menjadi informasi untuk mengambil keputusan dari masalah semi-terstruktur yang spesifik.
Menurut Moore and Chang, SPK dapat digambarkan sebagai sistem yang berkemampuan mendukung analisis ad hoc data, dan pemodelan keputusan, berorientasi keputusan, orientasi perencanaan masa depan, dan digunakan pada saat-saat yang tidak biasa.
Tahapan SPK:
  • Definisi masalah
  • Pengumpulan data atau elemen informasi yang relevan
  • pengolahan data menjadi informasi baik dalam bentuk laporan grafik maupun tulisan
  • menentukan alternatif-alternatif solusi (bisa dalam persentase)
Tujuan dari SPK:
  • Membantu menyelesaikan masalah semi-terstruktur
  • Mendukung manajer dalam mengambil keputusan
  • Meningkatkan efektifitas bukan efisiensi pengambilan keputusan
Dalam pemrosesannya, SPK dapat menggunakan bantuan dari sistem lain seperti Artificial Intelligence, Expert Systems, Fuzzy Logic, dll.

1.2 SISTEM INFORMASI EKSEKUTIF

Sistem informasi adalah sekumpulan fungsi yang bekerja secara bersama-sama dalam mengelola (pengumpulan, penyimpanan, pemrosesan dan pendistribusian).

Tipologi Sistem Informasi
Tipologi Sistem Informasi Berdasar Tingkatan Manajemen Secara klasik dalam suatu organisasi dikenal ada tiga tingkatan manajemen yaitu Tingkatan Strategi, Taktik dan Operasional (Shro 1974). Tingkat Strategis berkaitan dengan kebijakan jangka panjang serta penempatan organisasi pada lingkungan. Tingkat Manajemen Taktis bertugas untuk menterjemahkan kebijakan strategis menjadi bagianbagian yang harus dikerjakanserta mengatur korodinasi internal organisasi. Sedangkan Tingkat manajemen Operasional bertugas untuk menjalankan roda organisasi sesuai dengan rencana jangka panjang dan pedoman yang telah disusun oleh manajemen tingkat taktis.

Berdasar pembagian tingkatan manajemen secara klasik itu, system informasi dapat dibagi menjadi 6 kategori (Szymanski 1995).
1. Sistem Informasi operasional
2. Sistem Informasi Manajemen
3. Sistem Informasi Pendukung Keputusan
4. Sistem Informasi Eksekutif
5. Sistem Pakar
6. Sistem Informasi Perkantoran

Teknologi Informasi yang Personal
v    Komputer
v    Mesin Fotocopy
v    Telepon Selular
v    WebCam
v    Dll

Disini akan dijelaskan tentang system informasi eksekutif :

Pengertian sistem informasi
Sistem informasi merupakan satu kesatuan unsure (manusia dan peralatan) yang bekerja secara bersama untuk melaksanakan pengolahan informasi dari mulai pengumpulan,pengolahan, penyimpanan dan pendistribusiannya.

Pengertian eksekutif
merupakan pelaksana/yg bertindak untuk melaksanakan suatu system informasi.contoh: direktur,kepala – kepala bagian,presiden atau gubernur bagian.

Pengertian Sistem Informasi Eksekutif (EIS)
Suatu bagian yang menyediakan informasi bagi eksekuif mengnai kinerja keseluruhan perusahaan.
Disingkat dengan EIS. Mengirimkan, menganalisis, dan menyajikan informasi pada station kerja para pengambil keputusan yang memberikan gambaran jelas kepadanya mengenai standar penting serta kejadian-kejadian, sebelum terlambat menanganinya. Data khususnya gambaran pasar, informasi keuangan, dan statistik industri, dikumpulkan dari sistem pemrosesan bisnis on-line milik perusahaan dan organisasi pihak ketiga.
Dalam membangun EIS para eksekutif menggunakan beberapa knsep dasar yang bertujuan memungkinkan para eksekutif dapat memantau seberapa baiknya knerja perusahaan dalam mencapai tujuannya.

Karasteritik dari system informasi eksekutif
a.        Top level management
b.        Designed to the individual
c.        Ties CEO to all levels
d.        Very expensive to keep up
e.        Extensive support staff
Top level (strategic level)-Executive Support System (ESS):

• Inputs: Aggregate data. Internal and external (data dari luar/lingkungan dan dari dalam)
• Processing: Interactive and graphical simulations
• Outputs: Projections
• Users: Senior managers

Example:
 5-year operating plan. Answer question like “what are long-term industry cost trends and how are we doing relative to them?”(5 tahun rencana pengoperasian.menjawab pertanyaan seperti “berapa banyak kecenderungan waktu/masa industri yg beristirahat/tidak beroperasi dan bagaimana kita melakukan pengembalian seperti semula?”
• Gets data from all internal IS plus external industry data Bases (dapatkan data dari semua sistem informasi internal dan eksternal(luar) industri database)

Konsep dasar tersebut terbagi atas 3 hal, yaitu :

a.Faktor penentu keberhasilan (critcal success factor)
Adalah hal-hal (factor) yang menentukan keberhasilan atau kegagalan segala jenis kegiatan organisasi. Factor-faktor ini dalam setiap perusahaaan berbeda-beda tergantung dari kegiatan yang dilakukan.

b. Management By Exception (MBE)
Perbandingan antara kinerja yang direncanakan dengan kinerja actual. Sehingga informasi dapat langsung didapat dan digunakan untuk menyelesaikan setiap permasalahan.

c. Model Mental
Peran utama EIS adalah membuat sari dari data dan informasi yang volumenya besar untuk meningkatkan kegunaannya. Pengambilan sari ini disebut penempatan informasi (information compression). Dimana menghasilkan suatu gambaran atau model mental dari operasi perusahaan.
Model tersebut memungkinkan seseorang membuat penilaian dan perkiraaan untuk memahami, memutuskan tindakan yang perlu diambil dan untuk mengembalikan pelaksanaannya.

Model Sistem Informasi Eksekutif (EIS )

Harddisk
mainframe

Computer personal

Computer   sentral

informasi

Database eksekutif
Data

Seperti halnya:
lingkungan

data

informasi

system

Ket :
Konfigurasi EIS berbasis computer pada dasarnya meliputi satu computer personal. Dalam perusahaan PC dihubungkan dengan mainframe. Computer personel berfngsi sebagai eksekutif workstation. Konfigurasi perangkat kerasnya mencakup penyimpanan sekunder (hardisk) yangmenyimpan database eksekutif. Database eksekutif data dan informasi yang telah diproses sebelumnya telah diproses oleh komputer sentral. Eksekutif hanya tinggal melakukan menu pilihan untuk melakukan proses. System juga memungkinkan pemakai menggunakan kotak pos elektronik untuk mengakses data dan informasi dari lingkungan.
Keputusan Penerapan EIS
Untuk memutuskan apakah akan diterapkan EIS berbasis computer atau tidak perusahaaan perlu membuat tiga keputusan :
a. Perlu mengembangkan EIS ?
Jika tidak, eksekutif akan mengandalkan system yang ada
Jika ya , maka ekskutif akan menyusun rencana dan tujuan dalam pengembangan dari system yang ada ( ini tergantung pada masing masing perusahaan sesuai dengan kebutuhan informasi )

b. Apakah tersedia perangkat lunak produktivitas perorangan siap pakai
Jika ada, gunakan perangkat lunak tersebut
Jika tidak ada, maka eksekutif akan melihat seberapa pentingnya dan apakah menambah efisiensi jika di lakukan penambahan perangakat lunak.

c. Perlukah kita membeli perangkat lunak EIS siap pakai ?
Jika ya, maka perangkat lunak dibeli
Jika tidak, staf spesialisasi informasi perusahaan menciptakan perangkat lunak EIS sendiri .

Faktor-faktor penentu keberhasilan penerapan EIS

a. sponsor eksekutif
yang mengerti dan berkomitmen Eksekutif tngkat puncak (CEO) harus berfungsi sebagai sponsor eksekutif EIS agar mampu menorong penerapan EIS diperusahaan

b. Sponsor Operasi
Jika sponsor eksekutif terlalu sibuk, maka sebagian tugas dilimpahkan kepada eksekutif puncak lain sebagai sponsor operasi yang bekerja sama dengan spesialis informasi unuk memastikan pelaksanaan pekerjaaan

c. staf jasa informasi yang sesuai
harus tersedia spesialis informasi yang tidak hanya mengerti teknologi informasi, tetapi tahu juga cara eksekutif menggunakan system tersebut.

d. Teknologi Informasi yang sesuai
Penggunakan teknologi informasi harus benar-benar sesuai dengan keinginan eksekutif, tidak lebih atau kurang.

e. Manajemen data
Tidak hanya untuk menghasilkan informasi, eksekutif juga menginginkan sejauh mana kemutakhiran dari data dan informasi yang dihasilkan.

f. Kaitan yang jelas dengan tujuan bisnis
Sebagian besar EIS yang dirancang digunakan untuk memecahkan masalah yang spesifik berkaitan dengan bisnis

g. Manajemen atas penolakan organisasi
Jika eksekutif menolak menggunakan EIS, perlu dilakukan upaya untuk mendapatkan mengidentifikasikan satu masalah yang dihadapi eksekutif tersebut untuk penerapannya.

h. Manajemen atas penyebaran dan evolusi system
jika manajer tingkat atas mulai menerima informasi dari EIS, maka manajer tingkat bawah menginginkan informasi yang sama, karena mereka ingin mengantisipasi masalah dan memecahkannya sebelum manajer tingkat atas mengangap masalah tersebut tidak terkendali

KESIMPULAN

Eksekutif merupakan manajer tingkat atas yang berpengaruh kuat pada kegiatan dan arah organisasi. Eksekutif lebih peduli dengan cara membuat jaringanya bekerja mencapai agenda itu daripada dengan keputusan spesifik. Eksekutif menggunakan instuisi maupun analis rasional dalam memecahkan masalah, menerapkan instuisi pada tiap langkah dengan urutan yang sama.

Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_pendukung_keputusan