Nama : Aldi Antono Purwanto
Kelas : 2EA25
NPM : 10212571
1.Identitas Nasional
Pengertian Identitas Nasional
Kata “identitas”
berasal dari kata “identity” yang berarti ciri-ciri, tanda-tanda atau jati diri
yang melekat pada seseorang atau sesuatu yang membedakannya dengan orang lain,
contohnya bendera dan lagu kebangsaan setiap negara akan berbeda dengan negara
lain. Sedangkan dalam terminologi antropologi kata “identitas” diartikan
sebagai sifat khas yang menerangkan dan sesuai dengan kasadaran diri sendiri,
golongan, kelompok, komunitas atau negara lain.
Kata “nasional” bearti
identitas yang melekat pada kelompok-kelompok yang lebih besar yang diikat oleh
kesamaan-kesamaan, baik fisik seperti budaya, agama dan bahsa maupun non fisik
seperti keinginan, cita-cita dan tujuan.
Oleh karena itu
identitas nasional dapat disimpulkan bahwa pada hakikatnya adalah manifestasi
nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dalam aspek kehidupan suatu
bangsa dengan ciri-ciri khasnya dan dengan ciri khas tersebutlah suatu bangsa
akan berbeda dengan bangsa lain. Sehingga dengan demikian, maka identitas
nasional akan melahirkan tindakan kelompok yang disebut atribut nasional.
Pengertian lain dari
Identitas nasional adalah suatu ciri khas yang dimiliki oleh suatu bangsa yang
secara filosofis membedakan bangsa tersebut dengan bangsa lain.
Pengertian identitas nasional
menurut beberapa ahli :
·
Berger
Dalam
bukunya yang berjudul “The Capitalis Revolution” era globalisasi dewasa ini
ideologi kapitalislah yang akan menguasai dunia serta mengubah masyarakat satu
persatu menjadi sistem internasional yang menentukan nasib bangsa-bangsa
dibidang sosial, politik, dan kebudayaan.
·
Fujukama
Membawa
perubahan ideologi partikuker keraah universal dan kapitalismelah yang akan
menguasai dunia. Dalam menghadapi proses perubahan tersebut sangat tergantung
kemampuan bangsa itu sendiri.
·
Toyanbee
Ciri khas
ciri suatu bangsa yang merupakan lokal genius dalam menghadapi tantangan dan
respon. Jika tantangan besar sementara respon kecil maka bangsa tersebut akan
punah. Namun apabila tantangan kecil sementara respon besar maka bangsa
tersebut akan berkembang menjadi bangsa yang kreatif.
Kepribadian seabagai
suatu identitas nasional suatu bangsa adalah keseluruhan atau totalitas dari
kepribadian individu-individu sebagai urutan yang membentuk bangsa tersebut.
Identitas nasional tidak dapat dipisahkan dengan pengertian peoples character
atau national identity.
Menurut Robert De
Ventos dalam bukunya “The Power of Identity”, ia mengemukakan bahwa selain
faktor intensitas, teritorial, bahasa, agama serta budaya juga harus dipahami
dalam konteks arti dinamis yaitu bangsa tersebut melakukan akselerasi dalam
pembangunan termasuk proses interaksinya secara global dengan dunia
internasiona
2. Parameter Identitas Nasional
Parameter identitas nasional adalah suatu ukuran atau patokan
yang dapat digunakan
untuk menyatakan sesuatu adalah menjadi cirri khas suatu bangsa. Sesuatu
yang diukur adalah unsur suatu identitas seperti kebudayaan yang menyangkut
norma, bahasa, adat istiadat dan teknologi, sesuatu yang alami atau cirri yang
sudah terbentuk seperti geografis.
Sesuatu yang terjadi dalam suatu masyarakat dan mencari ciri atas
identitas nasional
biasanya mempunyai indicator sebagai berikut:
· Identitas
nasional menggambarkan pola perilaku yang terwujud melalui aktivitas masyarakat
sehari-harinya. Identitas ini menyangkut adat istiadat, tata kelakuan dan
kebiasaan. Ramah tamah, hormat kepada orang tua dan gotong royong merupakan
salah satu identitas nasional yang bersumber dari adapt istiadat dan tata
kelakuan.
· Lambang-lambang
yang merupakan ciri dari bangsa dan secara simbolis menggambarkan tujuan dan
fungsi lambang. Lambang-lambang negara ini biasanya dinyatakan dalam
undan-undang seperti; Garuda Pancasila, bendera dan bahasa serta lagu
kebangsaan.
· Alat-alat
perlengkapan yang dipergunakan untuk mencapai tujuan seperti; bangunan,
teknologi dan peralatan
manusia. Identitas yang berasal dari alat perlengkapan ini seperti bangunan
yang merupakan tempat ibdah (borobudur, prambanan, masjid dan gereja),
peralatan manusia (pakaian adat dan teknologi bercocok tanam), dan teknologi
(pesawat terbang, kapal laut dan lain-lain).
· Tujuan
yang ingin dicapai suatu bangsa. Identitas yang bersumber dari tujuan ini
bersifat dinamis dan tidak tetap seperti; budaya unggul, prestasi dalam bidang
tertentu, seperti di Indonesia dikenal dengan bulu tangkis.
Bagi bangsa indonesia, pengertian identitas nasional tidak
merujuk hanya pada individu
(adat istiadat dan tata laku), tetapi berlaku pula pada suatu kelompok
indonesia sebagai suatu
bangsa yang majemuk. Maka kemajemukan itu merupakan unsur-unsur atau
parameter
pembentuk identitas yang melekat dan diikat oleh kesamaan-kesamaan yang
terdapat pada
segenap warganya. Unsur-unsur pembentuk identitas nasional berdasarkan
ukuran parameter
sosiologis adalah suku bangsa, kebudayaan, dan bahasa maupun fisik
seperti; kondisi
geografis.
a. Suku Bangsa
Suku bangsa adalah golongan sosial yang khusus dan bersifat askriptif
(ada sejak lahir), yang sama coraknya dengan golongan umur dan jenis kelamin.
Indonesia dikenal bangsa dengan banyak suku bangsa dan menurut statistik hampir
mencapai 300 suku bangsa. Setiap suku mempunyai adat istiadat, tata kelakuan
dan norma yang berbeda. Namun demikian, beragam suku ini mampu mengintegrasikan
dalam suatu negara Indonesia untuk mencapai tujuan yaitu masyarakat adil dan
makmur.
b. Kebudayaan
Kebudayaan menurut ilmu sosiologis termasuk kesenia, ilmu pengetahuan,
teknologi dan adat istiadat. Kebudayaan sebagai parameter identitas nasional
bukanlah sesuatu yang bersifat individual. Apa yang dilakukan sebagai kebiasaan
pribadi bukanlah suatu kebudayaan.Kebudayaan harus merupakan milik bersama
dalam suatu kelompok, artinya para warganya memiliki bersama sejumlah pola-pola
berpikir dan berkelakuan yang didapat dan dikembangkan melalui proses belajar.
Hal-hal yang dimiliki bersama ini harus menjadi sesuatu yang khas dan unik,
yang akan tetap memperlihatkan diri diantara berbagai kebiasaankebiasaan
pribadi yang sangat variatif.
c. Bahasa
Bahasa adalah identitas nasional yang bersumber dari salah satu lambang
suatu negara. Bahasa adalah merupakan satu keistimewaan manusia, khususnya
dalam kaitan dengan hidup bersama dalam masyarakat adalah adanya bahasa. Bahasa
manusia memiliki simbol yang menjadikan suatu perkataan mampu melambangkan arti
apapun, sekalipun hal atau barang yang dilambangkan artinya oleh suatu kata
tidak hadir disitu. Di Indonesia terdapat berbagai ragam bahasa daerah yang
mewakili banyaknya suku-suku bangsa atau etnis namun bangsa Melayu dahulu
dikenal sebagai bahasa penghubung berbagai etnis yang mendiami kepulauan
nusantara. Selain menjadi bahasa komunikasi diantara suku-suku di
nusantara, bahasa Melayu juga menempati posisi bahasa transaksi perdagangan
internasional di kawasan kepulauan nusantara yang digunakan oleh berbagai suku
bangsa Indonesia dan pedagang asing. Pada tahun 1928, Bahasa Melayu mengalami
perkembangan yang sangat pesat. Pada tahun tersebut,Bahasa Melayu ditetapkan
sebagai bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan bangsa. Setelahkemerdekaan, bahasa
Indonesia ditetapkan sebagai bahasa nasional.
d. Kondisi Geografis
Kondisi geografis merupakan identitas yang bersifat alamiah. Kedudukan
geografis wilayah
suatu negara menunjukkan tentang lokasi negara dalam kerangka ruang,
tempat, dan waktu
sehingga untuk waktu tertentu menjadi jelas batas-batas wilayahnya
diatas bumi. Letak
geografis tersebut menetukkan corak dan tata susunan ke dalam dan akan
dapat diketahui pula situasi dan kondisi lingkungannya. Bangsa akan mendapat
pengaruh dari kedudukan geografis wilayah negaranya. Letak geografis ini
menjadi khas dimiliki oleh sebuah negara yang dapat membedakannya dengan negara
lain.
3. Unsur-unsur Pembentuk Identitas Nasional
Identitas nasional Indonesia pada saat ini terbentuk dari enam unsur
yaitu sejarah perkembangan bangsa Indonesia, kebudayaan bangsa Indonesia, suku
bangsa, agama dan lebih unggul. Namun demikian, unsur-unsur ini tidak statis
dan akan berkembang sesuatu dengan tujuan bangsa Indonesia.
1. Unsur Sejarah
Bangsa Indonesia mengalami kehidupan dalam beberapa situasi
dan kondisi sosial yang berbeda sesuai perubahan zaman. Bangsa Indonesia secara
ekonomis dan politik pernah mengalami era kejayaan di wilayah Asia Tenggara.
Kejayaan dalam bidang ekonomi bangsa Indonesia pada era pemerintahan kerajaan
Majapahit dan Sriwijaya, rakyat mengalami kehidupan ekonomi yang sejahtera,
sedangkan dalam bidang politik mengalami kekuasaan negara hingga seluruh
wilayah nusantara yang meliputi wilayah jajahan Belanda (sekarang wilayah NKRI)
hingga wilayah Filipina, Singapura, Malaysia, bahkan sebagian wilayah Thailand.
Namun, kejayaan ini mengalami keruntuhan akibat menghilangnya jiwa kebersamaan
(persatuan dan kesatuan) diantara bangsa dalam pemerintahan Majapahit dan
Sriwijaya tersebut.
Keruntuhan pemerintahan Majapahit dan Sriwijaya ini berimplikasi
pada terciptanya pemerintahan kerajaan di masing-masing daerah di seluruh
wilayah Indonesia. Sistim pemerintahan kerajaan ini menyebabkan bangsa
Indonesia menjadi makin lemah untuk menghadapi ancaman, tantangan, hambatan dan
gangguan dari negara lain yang ingin mencari sumber energi baru bagi negaranya.
Ketidakmampuan bangsa Indonesia ini pada akhirnya menyebabkan bangsa Indonesia
jatuh ke tangan negara-negara kolonial (penjajah). Sebagaimana kita ketahui
negara yang menjajah bangsa Indonesia adalah Belanda, Portugis, dan Jepang.
Ketiganya masing-masing menjajah kita selama 350 tahun, 400 tahun dan 3,5
tahun.Dampak langsung dari adanya penjajahan ini adalah bangsa Indonesia
mengalami kebodohan, kemiskinan, keterbelakangan, perpecahan dan kehilangan
sumber daya alam akibat eksploitasi yang tidak bertanggung jawab oleh penjajah
untuk dibawa ke negaranya. Realitas perjalanan sejarah bangsa tersebut
mendorong bangsa Indonesia untuk menjadi bangsa pejuang yang pantang menyerah
dalam melawan penjajah untuk meraih dan mempertahankan kembali harga diri,
martabatnya sebagai bangsa, selain itu, dipertahankan.
semua potensi sumber daya alam yang ada agar tidak terus-menerus
dieksplorasi dan di eksploitasi yang akhirnya dapat menghancurkan kehidupan
bangsa Indonesia di masa datang.Perjuangan bangsa Indonesia ini tidak berhenti
pada masalah yang tersebut diatas, melainkan berlanjut pada perjuangan meraih
dan mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia dari penjajah.Perjuangan demi
perjuangan bangsa Indonesia diatas pada akhirnya menjadi suatu nilai yang
mengkristal dalam jiwa bangsa Indonesia bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa
pejuang. Sekaligus semangat juang yang dimiliki oleh bangsa Indonesia tersebut
menjadi kebanggaan sebagai identitas nasional bagi bangsa Indonesia yang
membedakan dengan bangsa lain di ASEAN dan dunia pada umumnya. Sejarah telah
memberikan identitas nasional bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa pejuang.
2. Kebudayaan
Aspek kebudayaan yang menjadi unsur pembentuk identitas nasional
adalah meliputi 3
unsur yaitu: akal budi, peradaban (civility) dan
pengetahuan (knowledge).
1) Akal
budi
Akal budi adalah sikap dan perilaku yang dimiliki oleh
bangsa Indonesia dalam interaksinya antara sesama (horizontal) maupun antara
pimpinan dengan staf, anak dengan otang tua (vertikal) atau sebaliknya. Bentuk
sikap dan perilaku sebagaimana yang tersebut diatas, adalah hormat-menghormati
antar sesama, sopan santun dalam sikap dan tutur kata dn hormat kepada orang
tua.
2)
Peradaban (civility)
Peradaban yang menjadi identitas nasional bangsa Indonesia
adalah dapat dilihat dari beberapa aspek yang meliputi aspek ideologi, politik,
ekonomi, sosial dan hankam. Identitas nasional dalam masing-masing aspek yang
dimaksud adalah; ideologi adalah sila-sila dalam Pancasila;politik adalah
demokrasi langsung dalam pemilu langsung presiden dan wakil presiden serta
kepala daerah tingkat I dan II kabupaten/kota; ekonomi adalah usaha kecil dan
koperasi; sosial adalah semangat gotong-royong adalah sikap ramah tamah, murah
senyum dan setia kawan;dan hankam adalah sistim keamanan lingkungan
(siskamling), sistim perang geriliya, dan teknologi kentongan dalam memberikan
informasi bahaya dan sebagainya.
3)
Pengetahuan (knowledge)
Pengetahuan yang menjadi unsur pembentuk identitas nasional meliputi;
a. Prestasi anak bangsa dalam bidang olahraga bulutangkis
dunia,
b. Karya anak bangsa dalam bidang teknologi pesawat
terbang, yaitu pembuatan
pesawat
3.Suku Bangsa
Kemajemukan merupakan indentitas lain bangsa
Indonesia. tradisi bangsa Indonesia untuk hidup bersama dalam kemajemukan
yang bersfat alamiah tersebut, tradisi bangsa Indonesia untuk hidup bersama
dalam kemajemukan merupakan hal lain yang harus dikembangkan dan di budayakan.
4.Agama
Keanekaragaman agama merupakan indentitas
lain dari kemajemukan dengan kata lain, agama dan keyakinan Indonesia tidak
hanya dijamin oleh konstitusi Negara, tetapi juga merupakan suatu Rahmat Tuhan
Yang Maha Esa yang harus tetap dipelihara dan disyukuri bangsa Indonesia.
Menyukuri nikmat kemajemukan pemberian Allah dapat dilakukan dengan, salah
satunya, sikap dan tindakan untuk tidak memaksakan keyakinan dan tradisi suatu
agama, baik mayoritas maupun minoritas, atau kelompok lainnya.
5.Bahasa
Bahasa adalah salah satu atribut indentitas
nasional Indonesia. Sekalipun Indonesia memiliki ribuan bahasa daerah,
kedudukan bahasa Indonesia (bahasa yang digunakan bangsa melayu) sebagai bahasa
penghubung (lingua franca) peristiwa sumpah pemuda tahun 1982, yang menyatakan
bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan bangsa Indonesia.
6.Kasta dan Kelas
Kasta adalah pembagian social atas dasar
agama. Dalam agama hindu para penganutnya dikelompokkan kedalam beberapa
kasta.kasta yang tertinggi adalah kasta Brahmana (kelompok rohaniaan) dan kasta
yang terendah adalah kasta Sudra (orang biasa atau masyarakat biasa).
Kasta yang rendah tidak bisa kawin dengan kasta yang lebih tingi
dan begitu juga sebaliknya. Kelas menurut Weber ialah suatu kelompok
orang-orang dalam situasi kelas yang sama, yaitu kesempatan untuk memperoleh
barang-barang dan untuk dapat menentukan sendiri keadaan kehidupan ekstern dan
nasib pribadi. Kekuasaan dan milik merupakan komponen-komponen terpenting:
berkat kekuasaan, mka milik mengakibatkan monopolisasi dan kesempatan-kesempatan
Sumber :
·
mercubuana.ac.id/files/.../BAB%203.pdf