NAMA :Aldi Antono Purwanto
NPM :10212571
KELAS :3EA25
PERILAKU KONSUMEN
1.Apa yang dimaksud dengan perilaku
konsumen?
Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang
berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian
produk
dan jasa
demi memenuhi kebutuhan
dan keinginan. Perilaku konsumen
merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Untuk
barang berharga
jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan
dengan mudah, sedangkan untuk
barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses pengambilan
keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang
2.Pemikiran yang benar
tentang konsumen!
Dengan memahami
sikap konsumen dalam menghadapi sesuatu,
seseorang dapat menyebarkan ide dengan
lebih cepat dan efektif. Ketiga pendekatan
pada latar belakang diatas sama-sama
memiliki nilai dan tinggi dan memberikan
pemahaman atas perilaku konsumen dan
strategi marketing dari sudut pandang dan
tingkatan analisis yang berbeda. Sebuah
perusahaan dapat saja menggunakan salah
satu atau seluruh pendekatan, tergantung
permasalahan yang dihadapi perusahaan tersebut.
1. Konsumen
adalah Raja
2. Motivasi
dan perilaku konsumen dapat dimengerti melalui penelitian
3. Perilaku
konsumen dapat dipengaruhi melalui kegiatan persuasive
4. Bujukkan
dan pengaruh konsumen memiliki hasil yang menguntungkan secara sosial
Pemikiran dan Premis yang Esensial tentang
Tradisi dan Penelitian Konsumen
Pemikiran yang perlu dilakukan oleh para pemasar dan usaha mereka untuk
mempengaruhi perilaku konsumen terletak pada empat premis yang esensial
Konsumen adalah Raja.
Motivasi dan perilaku konsumen
dapat dimengerti melalui penelitian. Perilaku konsumen dapat dipengaruhi
melalui kegiatan persuasif yang menanggapi konsumen secara serius sebagai pihak
yang berhak dan dengan maksud tertentu.
Bujukan dan pengaruh konsumen
memiliki hasil yang menguntungkan secara sosial asalkan pengamanan hukum, etika
don moral berada pada tempatnya untuk mengikang upaya manipulasi.
Premis tersebut perlu mendapat perhatian sebab bila keempat premis ini
diabaikan, konsekuensinya hampir selalu negatif. Di sini akan diberikan contoh
dari hasil pemikiran yang benar maupun yang salah mengenai konsumen. Lebih
Ianjut juga diingatkan bahwa penelitian konsumen bila ditanggapi dan
ditafsirkan dengan benar, memberikan masukan yang esensial untuk strategi
pemasaran baik dalam organisasi yang mencari laba maupun yang tidak mencari
laba. Akhirnya penelitian dapat berfungsi sebagai basis untuk pendidikan dan
perlindungan konsumen, dan melengkapi informasi yang penting untuk keputusan
kebijakan umum.
Dengan penelitian tentang
konsumen kita dapat meneliti apa yang mereka inginkan dan yang tidak
diinginkannya, Dengan adanya penelitian terlebih dahulu akan memudahkan kita
untuk dapat menilai kemauann para konsumen.
3.Mencari Penelitian
konsumen sebagai suatu bidang yang dinamis!
Terdapat tiga pendekatan utama
dalam meneliti perilaku konsumen. Pendekatan pertama adalah pendekatan
interpretif. Pendekatan ini menggali secara mendalam perilaku konsumsi dan hal
yang mendasarinya. Studi dilakukan dengan melalui wawancara panjang dan focus
group discussion untuk memahami apa makna sebuah produk dan jasa bagi konsumen
dan apa yang dirasakan dan dialami konsumen ketika membeli dan menggunakannya.
Pendekatan kedua adalah
pendekatan tradisional yang didasari pada teori dan metode dari ilmu psikologi
kognitif, sosial, dan behaviorial serta dari ilmu sosiologi. Pendekatan ini
bertujuan mengembangkan teori dan metode untuk menjelaskan perliku dan
pembuatan keputusan konsumen. Studi dilakukan melalui eksperimen dan survey
untuk menguji coba teori dan mencari pemahaman tentang bagaimana seorang
konsumen memproses informasi, membuat keputusan, serta pengaruh lingkungan
sosial terhadap perilaku konsumen.
Pendekatan ketiga disebut
sebagai sains marketing yang didasari pada teori dan metode dari ilmu ekonomi
dan statistika. Pendekatan ini dilakukan dengan mengembangkan dan menguji coba
model matematika berdasarkan hirarki kebutuhan manusia menurut Abraham Maslow
untuk memprediksi pengaruh strategi marketing terhadap pilihan dan pola
konsumsi, yang dikenal dengan sebutan moving rate analysis.
Ketiga pendekatan sama-sama
memiliki nilai dan tinggi dan memberikan pemahaman atas perilaku konsumen dan
strategi marketing dari sudut pandang dan tingkatan analisis yang berbeda.
Sebuah perusahaan dapat saja menggunakan salah satu atau seluruh pendekatan,
tergantung permasalahan yang dihadapi perusahaan tersebut.
Referensi
- (Inggris) Duncan, Tom. 2005. Principles of Advertising & IMC, Second Edition. McGraw-Hill, Inc. Bab 5
- (Inggris) Kincaid, Judith. 2003. Customer Relationship Management: Getting it Right. Prentice-Hall, Inc. Page 298.
- http://underground-paper.blogspot.com/2013/03/makalah-dengan-jurnal-acuan-chung-hoon_19.html
- http://www.consumerpsychologist.com/cb_Introduction.html
- Olson, Jerry and Paul Peter. 2008. Consumer Behavior & Marketing Strategy, 7th edition. New York: McGraw Hill.
- http://id.wikipedia.org/wiki/Perilaku_konsumen
- http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/pengantar_ekonomi/Bab_2.pd
- http://www.scribd.com/doc/3943907/TEORI-PERILAKU-KONSUMEN