PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
“Globalisasi Dan Pengaruhnya Terhadap Identitas Nasional”
Nama : <NPM>
Aldi antono purwanto (10212571)
Kelas : 2EA25
Universitas Gunadarma
2014-2015
KATA PENGANTAR
Puji Syukur Kami Panjatkan
Kehadirat Allah SWT Yang Telah Memberikan Rahmat Serta Karunia-Nya Kepada Saya Sehingga Saya Berhasil Menyelesaikan Makalah
Ini Yang Alhamdulilah Tepat Pada Waktunya Yang Berjudul “Globalisasi
Dan Pngaruhnya Terhadap Identitas Nasional“
Semoga dengan tersusunnya makalah ini, saya berharap dapat membantu pembaca dalam memahami
bagaimana pengaruh
dari Globalisasi terhadap Identitas Nasional, terutama terhadap bangsa
Indonesia.
Saya Menyadari Bahwa Makalah Ini
Masih Jauh Dari Sempurna ,Oleh Karena Itu Kritik Dan Saran Dari Semua Pihak Yang
Bersifat Membangun Selalu Saya Harapkan Demi Kesempurnaan
Makalah Ini Agar Menjadi Lebih Baik Dan Lebih Memiliki Informasi Yang Lebih
Lengkap Dari Sebelumnya
Akhir Kata Saya Ucapkan Terimakasih.
Bekasi 21 MEI 2014
Pendidikan Kewarganegaraan
Universitas Gunadarma
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ..........................................................................................................................i
Daftar Isi.....................................................................................................................................ii
2.0 Pendahuluan.........................................................................................................................1
2.0.1 Latar
Belakang..............................................................................................................1
2.0.2 Rumusan Masalah.........................................................................................................1
2.0.3 Tujuan Masalah.............................................................................................................1
2.1 Pembahasan.........................................................................................................................2
2.1.1 Identitas Nasional.........................................................................................................2
2.1.1.1 Pengertian Identitas Nasional……………………………………...………………..2
2.1.1.2 Unsur-Unsur Pembentuk Identitas Nasional …………...……………………….......3
2.1.1.3
Kebangsaan
Indonesia …………………………………….....……………………3
2.1.2 Globalisasi…………………………..................................……………………..……4
2.1.2.1 Pengertian
Globalisasi……………………………....………………………………..4
2.1.2.2
Hakikat Globalisasi…………………..........……………………………..…………..4
2.1.2.3 Globalisasi di
Dunia Pendidikan…….......…………………………………………….5
2.2 Penutup………………….………………...................…..………………………………….6
2.2.1
Kesimpulan…….........………………………………………………….……………..6
2.2.2 Saran………….………………………………………..……………………………..6
Daftar
Pustaka...............................................................................................................................7
BAB 1
2.0 PENDAHULUAN
2.0.1
Latar
Belakang
Banyak orang berpendapat bahwa arus globalisasi tidak dapat
di bendung lagi,hal ini karena kemajuan zaman yang sangat pesat sekali.
Kemajuan teknologi informasi menjadikan jarak semakin tidak berarti. Dengan teknologi
informasi kita bisa tahu segala hal yang terjadi di belahan dunia manapun.Akan
tetapi hal ini akan berdampak pada
keberadaan identitas nasional suatu bangsa.
Identitas suatu bangsa akan tergerus seiring dengan
globalisasi yang cenderung berdampak negatif, karena perbedaan-perbedaan yang
sangat mendasak
2.0.2 Rumusan Masalah
1.
Apa itu identitas nasional ?
2.
Apa saja pembentuk identitas
nasional ?
3.
Apa itu globalisasi ?
2.0.3 Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah, kita akan
mampu :
mampu :
1.
Menganalisa Dimensi-Dimensi Identitas Nasional
2.
Unsur-Unsur Pembentuk Identitas Nasional
3.
Mengetahui Tentang Wawasan Kebangsaan
4.
Mengetahui Tentang Pengertian Globalisasi
5.
Mengetahui Tentang Hakikat Globalisasi
6.
Mengetahui Tentang Globalisasi Di Dunia Pendidikan
BAB
II
2.1 PEMBAHASAN
2.1 PEMBAHASAN
2.1.1
IDENTITAS NASIONAL
2.1.1.1 Pengertian
Identitas Nasional
Identitas Nasional merupakan manifestasi nilai-nilai budaya
yang tumbuh dan berkembang dalam aspek kehidupan suatu bangsa dengan ciri-ciri
khas dan dengan ciri-ciri yang khas tersebut, maka suatu bangsa berbeda dengan
satu bangsa yang lain. Identitas
nasional adalah sesuatu yang selalu berubah dan terbuka untuk diberi makna baru
agar tetap sesuai dengan tuntutan zaman. Seperti kebiasaan warga indonesia yang
menyebut bahwa negara kita adalah negara yang ramah tamah dan agamis, maka hal
ini akan menjadi mitos belaka jika kenyataanya negara kita banyak yang
melakukan tindakan yang anarkis, main hakim sendiri, korupsi, kriminalitas, dan
lain-lain. Kita harus bisa mereflesikan diri, bersikap jujur, santun,
menghormati hak-hak asasi manusia, toleransi dan lain-lain agar identitas
nasional ini benar-benar ada.
Secara umum suatu bangsa memiliki dimensi kekhasan yang
berbeda-beda tentang identitas nasional, diantaranya :
1.
Pola pikir, adalah gambaran pola perilaku yang terwujud
dalam kehidupan sehari-hari
2.
Lambang-lambang, adalah sesuatu yang menggambarkan tujuan
dan fungsi negara
3.
Alat-alat perlengkapan, adalah sejumlah perangkat atau
alat-alat perlengkapan yang digunakan untuk mencapai tujuan yang berupa
bangunan, peralatan dan teknologi.
4.
Tujuan yang ingin dicapai, identitas yang bersumber dari
tujuan ini bersifat dinamis dan tidak tetap.
Indonesia merupakan negara kepulauan, oleh karena itu banyak
sekali perbedaan-perbedaaan yang timbul.
Perbedaan-perbedaan tersebut tentunya mampu melahirkan kebudayaan baru
yang mungkin bisa saling melengkapi antara daerah yang satu dengan daerah yang
lain. Dalam kehidupan modern yang lebih
internasional, kebudayaan antara barat dan timur sangat jauh berbeda. Orang
barat cenderung lebih mementingkan jasmani, sedangkan orang timur lebih
mementingkan rohani. Dengan demikian, di dunia timbul materialisme sehingga
lahir intelektualisme dan pengetahuan yang nyata karena orang terpaksa
menyempurnakan akal. Dalam susunan yang
mementingkan keselamatan tubuh jasmani itu tumbuh dengan sendirinya
individualisme : orang yang mengutamakan diri sendiri.
Kebudayaan barat berkembang atas dasar materialisme,
intelektualisme, dan individualisme. Ekonominya bertambah luas me-lahirkan
industri, perdagangan, imperiaalisme modern.
Pengetahuannya kian hari kian maju dan individualisme
menimbulkan persaingan yang tidak terbatas dalam wilayah ekonomi dan sosial.
Di Dunia Timur, Materialisme, Intelektualisme, dan Indivi-dualisme
boleh dikatakan tapi tidak seberapa perlu.
Di dunia timur, orang lebih mementingkan kehidupan rohani, akalnya
dipakai untuk mempersatukan diri dengan alam.
2.1.1.2
Unsur-Unsur Pembentuk Identitas Nasional
Indonesia adalah bangsa yang majemuk, hal ini dapat dilihat
dari berbagai sisi yaitu:
1.
Sejarah
2.
Kebudayaan
3.
Suku bangsa
4.
Agama
5.
Bahasa
2.1.1.3
Kebangsaan Indonesia
Bangsa yang besar adalah bangsa yang hidup dengan kelenturan
budayanya untuk mengadaptasi unsur-unsur luar yang dianggap baik dan dapat
memperkaya nilai-nilai lokal. Kita harus cerdas dan bijaksana dalam mengambil
hal-hal yang masuk tersebut. Tumbuhnya masyarakat dan kebudayaan indonesia yang
sejati sesungguhnya digerakkan oleh semangat ke-Indonesiaan.
Pancasila merupakan pencapaian demokrasi penting yang
dihasilkan oleh pendiri bangsa (Founding Father) Indonesia. Pancasila tidak
lain merupakan sebuah konsensus nasional bangsa indonesia yang majemuk.
2.1.2 Globalisasi
2.1.2.1 Pengertian
Globalisasi
Globalisasi adalah suatu perubahan sosial dalam bentuk
semakin bertambahnya keterkaitan antara masyarakat dengan faktor-faktor yang
terjadi akibat transkulturasi dan perkembangan teknologi modern.
Menurut Sugeng Bagio dan Darmawan Tri wibowo, bahwa
globalisasi sering diidentikan dengan :
1.
Internasionalisasi, yaitu hubungan antar negara, meluasnya
arus perdagangan dan penanaman modal.
2.
Liberalisasi, yaitu pencabutan pembatasan-pembatasan
pemerintah untuk membuka ekonomi tanpa pagar.
3.
Universalisasi, yaitu ragam hidup diseluruh pelosok negeri
(makanan/ kendaraan)
4.
Westernisasi, yaitu ragam hidup model bidaya barat
5.
de-teritorialisasi, yaitu perubahan-perubahan geografi
sehingga ruang sosial dalam perbatasan, tempat, dan distance menjadi berubah.
2.1.2.2 Hakikat Globalisasi
Memahami globalisasi adalah suatu kebutuhan mengingat
majemuknya fenomena tersebut. Memang globalisasi sebagian besar membawa ke arah
pertumbuhan ekonomi yang lebih maju, namun di sisi lain juga membawa masalah
baru yakni kesenjangan sosial.
Menurut B. Herry Priyono, ada tiga lapis definisi
globalisasi, yakni
1.
Globalisasi sebagai transformasi spasial-temporal kehidupan
2.
Globalisasi sebagai transformasi lingkup cara pandang
3.
Globalisasi sebagai transformasi modus tindakan dan praktik
Lebih lanjut dikemukakan oleh Tilaar, bahwa pada dasarnya
proses globalisasi menampakkan wajahnya dalam 1. Keterkaitan seluruh
masyarakat, 2. Perusahaan-perusahaan nasional berperan dalam ekonomi nasional,
3. Integrasi ekonomi internasional dalam produksi global, 4. Sistem media
trans-nasional yang membentuk kampung global, 5. Turisme global dan
imperialisme media, 6. Konsumerisme dan budaya global.
2.1.2.3 Globalisasi
di Dunia Pendidikan
Globalisasi dalam dunia pendidikan lebih menitikberatkan
adanya doktrin-doktrin pendidikan yang ditanamkan pada media pendidikan agar
imperialisme pendidikan barat lebih meluas, sedangkan realitas global yang
berkembang sekarang ini adalah pendidikan itu sendiri. Dikatakan pendidikan
karena globalisasi telah membawa doktrin yang membentuk masyarakat, peserta
didik, dan juga pengajar tidak luput dari doktrin secara global. Yang menjadi
perhatian dalam bagian ini adalah tentang realitas globalisasi dan bagaimana
respon dunia pendidikan kita terhadapnya.
Tugas pendidikan adalah membawa generasi ini mampu merengkuh
sedemikian dekat agar manusia tidak tercerabut dari kemampuannya dalam
menghadapai kontrakdiksi alam lalu mengalami perubahan. Jadi sebagai pengajar
maupun instansi pendidikan harus mampu menjabarkan dan memberikan pengertian secara
menyeluruh tentang globalisasi dan dampaknya dalam dunia pendidikan sehingga
peserta didik mampu menangkap tidak hanya dalam segi positifnya juga dampak
buruk yang ditimbulkannya.
Pendidikan adalah ajang pertarungan ideologis. Bagaimana
bukan pertarungan jika pada kenyataannya apa yang menjaditujuan pendidikan saat
ini berbenturan dengan kepentingan yang lain.lembaga pendidikan adalah wilayah
dimana kesadaran diperebutkan oleh kepentingan : kepentingan untuk membebaskan
manusia (peserta didik) denga kesadaran dan dorongan untuk terlibat aktif dalam
aktivitas yang mengarah pada kemanusiaan, dengan kepentingan untuk menjadikan
peserta didik hanya sebagai obyek dalam pembangunan budaya yang menguntungkan
kekuasaan yang menindas kemanusian.
BAB
III
2.2 PENUTUP
2.2 PENUTUP
2.2.1 Kesimpulan
Identitas nasional pada hakekatnya merupaka manifestasi
nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dalam aspek kehidupan suatu
bangsa dengan ciri khas, dan dengan ciri-ciri yang khas tersebut maka suatu
bangsa berbeda dengan bangsa lain dalam kehidupannya.
2.2.2 Saran
Dari penyusunan makalah ini, dapat kami
sarankan :
1.
Dalam dunia pendidikan perlu adanya filter yang menyaring
globalisasi sehingga identiutas nasional tidak luntur dengan pengaruh global.
2. Dalam setiap tindakan, hendaknya kita sebagai pemuda harus
selalu ingat dan tidak cenderung mengagung-agungkan kebudayaan barat.
3.
Globalisasi adalah modern, akan tetapi dalam pelaksanaannya
kita jangan sampai lupa pada jiwa dan semangat nasionalisme bangsa kita
sendiri.
4.
Perlu adanya pengajaran khusus yang ditanamkan dalam dunia
pendidikan dinegara kita.
5.
Hendaknya globalisasi kita terima dengan tangan terbuka.
DAFTAR PUSTAKA
(Buku
pegangan PKN) Hidayat, Komaruddin, Prof.DR.,Azra, Azumardi, Prof.DR.MA.,
Demokrasi Hak Asasi manusia,dan masyarakat madani.
Mihardja,
Achdiat K, 1998. Polemik Kebudayaan. Jakarta : Balai Pustaka
Soyomukti,
Nurani. 2008. Pendidikan Berperspektif Globalisasi. Jogjakarta : Ar -Ruzz Media
Group.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar